jump to navigation

Tujuh Penyakit yang Sering Dialami Oleh Cewek Januari 28, 2008

Posted by fisika02 in berbagi ilmu.
add a comment

1. Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut,mata
kedip-kedip.
Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir,
hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena
penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati
dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

2.Curhatitis B
Bawaanya pengen nyerocos.
Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena
Nangisuitis, Penyakit ini bisa diarahkan positif jika
ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama
Tuhan.

3. Shoping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot.
Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet
jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4(parah banget)
dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau
tablet PD (Pengendalian Diri).

4.Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik
koma.
Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada
cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara
lebih diperlambat.

5. Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel
pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen
teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor,
telat, cowoknya berkarat, gak kebagean makanan. Minum
segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah
percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230
sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

6.  Cemburunotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik.
Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga
sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki
dahulu.

7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron
dan Bersyukur

sumber:bloghumor

khusus cewek… Oktober 24, 2007

Posted by fisika02 in 1.
1 comment so far

Ini info khusus cewek, kalo ada cowok yang pengen tau sich ga’apa2. Takutnya para cowok ada yang mengalaminya juga. Info ini hanya bersifat ramalan saja, benar tidaknya hanya Allah SWT yang Maha Tahu dan yang menulis info ini. (lebih…)

Golongan Darah… Oktober 24, 2007

Posted by fisika02 in 1.
add a comment

Setiap orang pasti memiliki golongan darah, maka sesuai golongan darah kita, karakter kita bisa diketahui. Dibawah ini karakter seseorang sesuai golongan darah. Karakter kita seperti apa, kita baca aja sendiri.

(lebih…)

Tahukah anda..?!? September 12, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Tahukah anda..?!?

1.    Jumlah turis yang mengunjungi Perancis setiap tahunnya lebih banyak daripada jumlah penduduknya yang mencapai 60 juta jiwa.

2.    Satu-satunya olahraga yang pernah dimainkan dipermukaan bulan adalah golf. Dimana, pada tgl 6 Februari 1971, astronot Amerika, Alan Spirit, telah bermain golf di saat dia sedang berada di bulan (itupun jika pendaratan mereka di bulan memang benar).

3.      Otot yang paling kuat di tubuh manusia adalah lidah.

4.      Rata-rata, setiap tahunnya manusia menghabiskan 230 telur.

5.      Lampu lalu lintas lebih dulu dimanfaatkan sebelum adanya mobil.

6.      Di dunia ini ada sekitar 2700 bahasa. Kebanyakan di pakai di Asia.

7.  Seekor lalat yang biasa hidup di rumah-rumah paling lama ia dapat bertahan hidup selama 14 hari.

hijab..!!! September 12, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Memang para ulama berbeda pandangan tentang kewajiban memasang tabir antara tempat lak-laki dengan tempat wanita. Yang disepakati adalah bahwa para wanita wajib menutup aurat dan berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat. Juga sepakat bahwa tidak boleh terjadi ikhtilat (campur baur) antara laki dan wanita. Serta haramnya khalwah atasu berduaan menyepi antara laki-laki dan wanita. (lebih…)

tanya kenapa..?!? September 12, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Dia berangan..

Jika ku bisa hidup kembali..

Kan ku baca Al-Qur’an, meski..

satu huruf..!!!

Ku raih pahala tambah..

timbangan..!!!

Jangan kau buang waktu, selagi..

masih di dunia..

Temanmu telah tinggalkan..

dirimu..!!!

Di dalam kubur bermandikan..

kebajikan..

Mengapa tidak kau amalkan..

sunah Rasulmu..?!?

What the meaning of “JANCOK” ?? September 11, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
1 comment so far

Jancok adalah sebuah kata dalam bahasa malangan-an yang sangat khas dipergunakan oleh masyarakat malang untuk berkomunikasi dengan sesamanya, namun keistimewaan dari kata ini adalah dapat digunakan kepada kerabat/kolega dekatnya saja (contoh penggunaan mis. “he cok jancok, yok opo kabarmu cok?” –sebagai gambaran bahwa hubungan mereka sangat dekat..menggambarkan kasih sayang diantara mereka…hehe

Namun dapat juga dipergunakan kepada orang yang sangat dibencinya, dan orang yang dibenci itu akan mengetahui bahwa dia dibenci oleh orang yang mengatakan tersebut (contoh penggunaan mis. “cok jancok matamu, tak kaplok pisan kon ngkok nek kakean cangkem,cok!”)

Kata ini memiliki sentuhan dan sifat yang “sangat malang” dan kata ini sangat tepat menggambarkan perasaan baik saat senang maupun marah…simpel dan sangat ampuh! jancok is a word use by most of the people who live in malang. it’s a very useful word. using this word u can express how good or how bad your feelin’ is to the person that you are having conversation with. the word itself is actually a maduranese word which has the similar meaning to “fuck” in english. then you maybe want to know why do i use this word for this domain? well, this word is so “malang” and it’s a simple yet powerful word to express my feelin’ no matter i’m in a good mood or in a bad mood.

nra’s friends 

Selamat Kabar September 8, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Hehe..apa kabar sodara-sodara seperjuangan 2002?Lama ga bersua (bukan bersuami),blog kita sudah rame lagi tapi isine jadi tambah panjang-panjang…

Selamat buat Nry P n Mas Edi yang telah memecahkan rekor pasangan penganten pertama komunitas FISIKA UB2002, selamat juga pada akh Sukri yang telah menikah dengan Niswah (akhirnya….).

Yang laen ditunggu undangannya……

Berlindung Dari 5 Kesombongan September 8, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang berkuasa, yang
berdiri gagah tanpa punya malu karena merasa diri mereka lebih tinggi dari
rakyatnya, padahal rakyatnya itulah yang meletakkannya di kursi dan membiayai
hidup mereka, namun rakyat itu pulalah yang menjadi sasaran dari palu dan
senapan para penguasa

Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang kaya, yang berjalan
acuh tak acuh dan mendongakkan kepalanya karena merasa dirinya lebih
penting di
banding orang-orang lainnya, padahal orang banyak itulah sumber penghidupan
dan
kekayaannya, namun orang banyak itu pulalah yang selalu disuruh siap dibeli
kehormatannya dengan uang dan harta mereka

Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang pandai, yang selalu
merasa lebih hebat dari orang lainnya, sehingga ia membuka mulutnya
lebar-lebar
dan memuntahkan hujan kata-kata yang berasal dari perasaan pandai dan hebat di
dalam dirinya, padahal inti kepandaian adalah kesanggupan untuk mendangarkan
serta kerendahan hati untuk tidak banyak membuka mulut, dan puncak tertinggi
keterpelajaran berbanding sejajar dengan tingkat kesadaran atas kebodohan diri

Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang masyhur yang selalu
merasa lebih khusus dibanding orang-orang disekitarnya, yang menyangka bahwa
kemasyhuran adalah kelebihan derajat atas orang lainnya, yang mengira bahwa
kemasyhuran adalah sama dengan keunggulan dan kehebatan, yang perilakunya
mengandalkan “karena aku masyhur maka aku hebat”, bukan membuktikan bahwa
“karena aku bermanfaat maka aku (terpaksa) masyhur”

Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang alim saleh, yang ke
mana-mana sibuk merasa bahwa yang selain dirinya adalah najis, yang tidak
punya
kemampuan lain kecuali merasa dirinya suci dan selalu benar, yang beranggapan
bahwa Tuhan adalah anak buahnya, bahwa para Nabi dan Rasul adalah staf dan
karyawannya untuk melaksanakan kepentingan-kepentingan diri dan golongannya
(EAN)

Tuhan Disaingi Manusia September 8, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Kegelapan sosial pada hakekatnya,bersifat horisontal. Ada juga yang bertikal, yakni kegelapan spiritual, kegelapan teologis. Terlanjur bikin setting negara ber-Tuhan, tapi wacana tentang Tuhan dan ajarannya hanya dispekulasikan. Tuhan bahkan dikarang atau diciptakan sendiri. Tuhan harus ‘ngikut’ macam-macam pendapat manusia tentang diri-Nya. Tuhan sendiri tidak pernah ditanyai. Seakan-akan manusia menemukan Tuhan melalui riset akademis dan investigasi ilmiah. Seakan-akan manusia sanggup mengenali Tuhan, malaikat, sorga, neraka, konsep dosa dan pahala, setan, jin, malaikat dlsb. melalui upaya prestatif manusia sendiri.
Di ujung seluruh kenyataan itu, benturan yang dialami manusia adalah soal ‘kebahagiaan yang sejati’. ‘Persyaratan’ untuk bahagia tidak secara mendasar dipenuhi. Tidak berlangsung pendidikan sejarah yang mendorong dan menolong manusia untuk menemukan dirinya dalam kootdinat kenyataan hidup di mana ia terletak.
Manusia juga menjadi tidak memiliki peluang untuk memahami dan mengadaptasikan dirinya pada ‘syariat sosial’, sehingga ia temukan pula pola ‘manajemen’ dirinya secara baik.
Misalnya kalau untuk mencapai kebahagiaan, umumnya orang mengandalkan tiga-ta: harta, tahta, dan wanita – masalahnya adalah ada perbedaan serius antara tolok ukur horisontal mengenai tiga hal itu dengan tolok ukur vertikal. Apa yang dalam syariat horisontal disebut menguntungkan, menurut tolok ukur vertikal merugikan. Melakukan shalat itu tidak produktif, wisting time dan ngoyoworo, menurut mata pandang horisontal – kecuali kalau shalat merupakan syarat agar tender kita menangkan.
Mendapatkan uang banyak dan memasukkannya ke kantong, menurut tolok ukur horisontal ada keuntungan, yang berakibat kegembiraan. Tapi mengeluarkan uang dari kantong tanpa disertai janji laba horisontal apa-apa, menurut syariat vertikal adalah sebuah keberuntungan, kelegaan dan kegembiraan.
Itu sekedar contoh sederhana. Manusia tampaknya cenderung mempersaingkan dirinya dengan Tuhan dalam konsep, wacana, dan manifestasi tentang kebahagiaan. Dan Tuhan tampaknya cool-cool saja membiarkan diri-Nya disaingi. Manusia menempuh, mengejar, merampas, segala sesuatu yang ia anggap sebagai ‘onderdil’ kebahagiaan, padahal Tuhan berkata sebaliknya. Kelak manusia terjebak dan frustrasi sendiri di masa tuanya, kemudian membungkuk-bungkuk minta ampun, dan Tuhan menyediakan lima sifat pengampun pula.
Hanya Abu Nawas yang sanggup ‘mengalahkan’ Tuhan soal harta dan kebahagiaan. Ia teriak-teriak bahwa ia lebih kaya dari Tuhan. Setelah ditangkap polisi ia berargumentasi: ‘Menurut Tuhan harta yang termahal adalah anak yang saleh. Dan saya punya 12 anak yang saleh salehah, sedangkan Tuhan tak punya satupun”.

Disarikan dari “Kitab Ketentraman”

Bocah 9 th yang bosan kuliah matematika karena “sangat mudah” September 6, 2007

Posted by fisika02 in Cerita.
1 comment so far

March Boedihardjo, Bocah 9 Tahun, Mahasiswa Termuda Hongkong – Bosan Kuliah Matematika karena “Sangat Mudah”

Baru berumur sembilan tahun sudah menjadi mahasiswa di Universitas Baptist Hongkong (Hongkong Baptist University/HKBU), March Boedihardjo mengaku bosan mengikuti perkuliahan karena kelas matematikanya “sangat mudah”.

Bocah berkewarganegaraan Indonesia (WNI) yang lahir di Tiongkok namun besar di Hongkong itu mengaku langsung bosan saat mulai mengikuti perkuliahan. Sebab, kelas matematikanya “sangat mudah”.
Mahasiswa termuda sepanjang sejarah itu memang cerdas dalam bidang matematika. Dia meraih nilai dua nilai A dalam pelajaran matematika dan satu nilai B untuk pelajaran statistik pada pendidikan lanjut Tingkat A di Inggris, yang biasa diraih remaja berusia 18 tahun.
March kepada para wartawan yang berkumpul di Universitas Baptist Hongkong, mengatakan bersemangat memulai perkuliahan, namun kelas yang dia ikuti tidak menarik.“Saya sudah mempelajarinya satu atau dua tahun lalu,” kata Boedihardjo kepada wartawan yang “menghujaninya” dengan pertanyaan dan lampu kilat kamera.
Anak itu tampak tidak sabar dengan pertanyaan tiada habis dari wartawan. Dia kerap bertanya kepada ayahnya kapan mereka bisa pergi. Dia juga tidak punya kesan baik terhadap rekan kuliahnya.
“Mereka tidak memberi tanggapan (di ruang kuliah). Mereka cuma mendengarkan dan satu sama lain tidak berinteraksi,” katanya. Anak itu mengatakan, rekannya di sekolah sebelumnya “ingin bermain”, tidak seperti mahasiswa perguruan tinggi.
Universitas itu bulan lalu menerima Boedihardjo dan merancang kuliah istimewa lima tahun untuknya dengan gelar S2. March Boedihardjo adalah warga Indonesia yang lahir di Tiongkok, namun besar di Hongkong.
Ayahnya, Tony Boedihardjo, adalah pengusaha, sedangkan kakaknya, yang berumur 14 tahun, melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford di Inggris. Sebelumnya, March menempuh pendidikan di sekolah khusus (semacam akselerasi) di Inggris selama dua tahun.
Hasil ujian akhirnya (A-Level/advanced level) untuk menentukan kelulusan Juli lalu, March dinyatakan lulus. Bahkan dia berhasil mendapat dua nilai A dalam pelajaran matematika dan satu nilai B untuk pelajaran statistik.
March juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti 10 persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-Level. Ternyata, dia bisa lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.
Tony Boedihardjo sempat bingung memilih perguruan tinggi untuk tempat studi lanjutan anaknya. Tony sendiri enggan menyebut universitas mana yang diinginkan anaknya. “Yang jelas, pilihan March hanya satu, kuliah. Dia tidak mungkin bekerja dan dia sudah menunjukkan kemampuannya dengan lolos dalam ujian A-level,” tegasnya.
Sebelumnya, ada beberapa nama universitas yang menjadi incaran March. Selain, juga Hongkong University dan Chinese University of Hongkong. Ketiga perguruan tinggi itu tengah mempertimbangkan pendaftaran March layaknya calon mahasiswa biasa. Akhirnya HKBU yang dipilih March.
Wakil Rektor HKBU Fan Yiu-kwan mengatakan pihaknya harus berhati-hati dalam mempertimbangkan pendaftaran March. Selain sisi akademis, pihaknya harus memperhatikan usianya yang masih muda. “Jika universitas tidak benar-benar siap, perkembangan anak itu akan terpengaruh. Selain universitas, pihak lain harus mempertimbangkan bagaimana melatih anak yang berbakat seperti itu,” lanjutnya lagi.
Sebelumnya, pemerintah Hongkong sudah menunjukkan perhatiannya terhadap pendidikan anak-anak yang jenius. Sejak 2001, mereka meluncurkan skema yang diberi nama Support Measures for the Exceptionally Gifted Students.
Hingga sekarang, sudah 6000 anak jenius yang menerima kursus tambahan di berbagai bidang. Hasilnya, mereka berhasil mencatatkan prestasi di berbagai kompetisi internasional. (afp/xinhua)

http://www.dutamasyarakat.com

KISAH 2 JAM MATI SURI September 5, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Mengaku Lihat Alam Barzah, Bisa Hafal 30 Juz Alquran.
Beberapa waktu yang lalu masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan meninggalnya seorang gadis bernama Azlina (25) saat berobat di Mahkota Medical Center (MMC), Melaka, tepatnya 25/8 pukul 02.00 waktu setempat. Namun setelah dua jam tak bernafas ia akhirnya hidup kembali. Apa saja kisah yang dialami Azlina saat ia mati suri?

Cerita mati surinya warga Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis benar-benar menjadi pembicaraan hangat, bahkan berita ini sampai ke Pakning dan kecamatan lainnya. Berbagai versi kematian pegawai honor Disperindag Pemkab Bengkalis inipun muncul. Bahkan masyarakatpun berbondong-bondong mendatangai kediamannya. Tak hanya warga, pejabatpun tak luput ingin tahu cerita pasti. Bahkan turut pula Ny Fauziah Syamsurizal datang ke rumah Azlina yang akrab di panggil Iin itu.

Rabu (13/9) Sri Junjungan Televisi (SJTV) milik Pemkab Bengkalis menayangkan siaran langsung wawancara dengan Iin, ada satu keanhan yang terjadi, sehingga kepercayaan akan kebenaran cerita mati suri timbul dalam diri para staff Riau Pos dan rekan media lainnya.

Keanehan yang dimaksud adalah, ketika siaran langsung yang juga disaksikan oleh masyarakat lewat layar monitor yang dipasang SJTV itu usai. Para kru kemudian mematikan semua LCD yang ada. Namun anehnya LCD tersebut tak mau mati, justru muncul di layar monitor sesosok tubuh berpostur besar seperti laki-laki. Kendati gambar yang muncul sedikit samar, namun jelas terlihat sosok itu berambut panjang dan bertanduk. Namun wajahnya tak kelihatan. Para wartawan yang hadir di ruang itu pada ketakutan. Namun sempat mengambil foto sosok itu. Kru SJTV ada yang menggigil dan menangis.

Foto itu diperlihatkan kepada Iin, yang waktu itu masih berada di areal SJTV. Ia mengatakan jika sosok itu adalah jin dan ia meminta agar foto yang diambil tersebut untuk dihapus saja. Namun Riau Pos yang turut sempat mengabadikan gambar itu, ketika satu jam berikutnya hendak melihat lagi, ternyata foto itu terhapus sendiri.

Meninggal Dua Jam
Azlina adalah seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu. 3 tahun belakangan ia menderit penyakit kelenjar hiperteroid (gondok). Kendati penyakit yang dideritanya sudah akut, Azlina hanya bisa pasrah, karena ketidakadaaan biaya berobat. Namun pada Kamis, 24 Agusutus 2006 lalu, atas kesepakatan sanak keluarga, Azlina dibawa berobat ke Mahkota Medical Centre (MMC) Melaka.

Esoknya Jumat (25/8) pagi, dokter MMC memeriksa Azlina. Satu-satunya jalan untuk penyembuhan adalah dengan jalan operasi. Namun dokter mengatakan pula jika operasi baru dilakukan 3 bulan mendatang, mengingat tekanan darahnya cukup tinggi.

Usai diperiksa, rupanya kondisi Azlina makin menurun. Sektar pukul 02.00 waktu setempat, alat detak jantung yang ada di layar monitor sudah menunjukkan garis lurus, yang berarti jantungnya sudah tak berdetak lagi. Paman Azlina, Rustam Effendi yang turut mendampinginya sudah pasrah, jika ponakan sudah meninggal. Namun saat ia menanyakan pada dokter apakah Azlina benar-benar sudah meninggal, dokter hanya diam. Namun terus saja melakukan berbagai upaya termasuk memasang alat pacu jantung.

Kendati sudah tak bernafas, dokter tetap belum mau memberikan pernyataan Azlina meninggal. Dan selama 2 jam terus-menerus melakukan pacu jantung. Ajaib, tiba-tiba jantung Azlina berdetak, kendati lemah. Dokterpun buru-buru membawanya ke ruang ICCU. Selama 2 hari ia di ruang ICCU dalam keadaan koma.

Setelah mendapat perawatan yang intensif, kondisi Azlina berangsur-angsur pulih. Dan karena belum bisa dioperasi, keluarganya pun membawanya pulang ke Bengkalis.

Melihat Alam Barzah
Riau Pos memang tak tahu persis, apakah kondisi seperti itu bisa dikatakan dengan mati suri. Namun ada cerita di balik tak bernafasnya Azlina selama 2 jam dan koma selama dua hari itu. Jika disimak benar-benar cerita yang terkesan memang tidak dikarang-karang oleh Azlina itu, setidaknya menyadarkan kita akan alam lain yang bakal kita jalani kelak.

Menurut Azlina, ia sangat merasakan saat nyawanya dicabut dari kaki kanan, sakitnya seperti badan dikuliti. Ketika arwahnya sudah berada di alam lain, ia melihat jasadnya dan pamannya serta dokter di ruang Rumah Sakit. Tak lama setelah itu ia kemudian dibawa oleh dua malaikat. Kepada malaikat, Azlina minta ingin bertemu dengan ayahnya.

Atas permintaan Azlina itu, ia kemudian dipertemukan dengan seorang laki-laki muda berparas ganteng seusia 17 tahun. Kepadanya dikatakan kalau pria itu adalah ayahnya. ‘’Saya tak percaya karena waktu meninggal ayah saya berumur 54 tahun, tapi melaikat mengatakan jika itu adalah ayah saya,’’ cerita Azlina.

Pada pertemuan di alam gaib itu, ayahnya menyuruh Azlina untuk kembali lagi ke dunia, karena belum waktunya Azlina berada di alam barzah. Setelah bertemu ayahnya, cerita Azlina lagi, ia dibawa ke suatu tempat yang di situ ditemuinya wanita-wanit berjilbab dan jumpa seribu malaikat. Di tempat itu, ia didudukkan pada sebuah kursi yang sangat empuk yang kata Azlina keempukan kursi itu sebanding dengan 8 busa yang ada di dunia.

Saat duduk di kursi empuk itu, di sebelahnya ada seorang wanita yang wajahnya mirip wajah Azlina. ‘’Waktu saya tanya siapa dia, wanita itu mengatakan jika ia adalah amal jariyah saya. Bersama wanita dan 2 malaikat, saya terus dibawa melihat-melihat, dan kali ini saya dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Di tempat itu, ada 10 orang laki-laki yang disiksa. Ada yang memakai pakaian compang-camping , badannya bernanah dan bau busuk, ada yang memikul besi seberat 100 ton dengan terbungkuk-bungkuk. Setelah tanya tanyakan kenapa ia laki-laki, rupanya ia suka membunuh dan dukun santet,’’ cerita Iin.

Terus lanjut Azlina, ada pula ustad yang dihantam dengan benda panas dan lahar panas, rupanya ustad itu sudah berzina dengan isteri orang. Ada pula yang ditusuk dengna pisau hingga tembus sebanyak 80 kali. Orang itu suka membunuh tapi tak pernah merasa bersalah.

‘’Bermacam-macam penyiksaan saya saksikan.Saya kemudian dibawa lagi membawa malam yang sangat gelap. Saking gelapnya saya tak kenal dengan malaikat yang membawa saya dan amal jariyah yang menemani saya. Ketika saya melangkah dua langkah saya dengar orang berzikir. Dan tiba-tiba saja dileher saya sudah tergantung sebentuk rantai yang setelah saya pegang ternyata tasbih sebanyak 99 butir. Ketika saya tanyakan kepada amal jariyah saya, dikatakan jika Allah menyuruh saya berzikir selama dalam perjalanan dengan tasbih itu,’’ tambahnya.

Di tempat gelap itu, kata Azlina ia melangkah lagi, pada langkah ke 7 ia melihat sebuah benda berbentuk tepak sirih yang dari celahnya memantulkan cahaya dan dibelakang benda itu ada tulisan Arab Qusnul Qotimah. Oleh Azlina cahaya itu kemudian diambilnya dan menyapukan ke wajahnya.

‘’Setelah 10 hari perjalanan, saya dengar suara azan yang suaranya sangat beda dengan azan yang biasa saya dengar, lembut sekali. Saya kemudian dibawa ke Masjid Nabawi dan melihat makam Nabi Muhammad. Di makam Nabi itu ada pintu kecil dan saya melihat seseorang memberi makan anak-anak fakir miskin. Tiba-tiba cahaya yang sebelumnya diambil dari benda berbentuk tepak sirih dan disapu ke muka saya, memantul dari tangan saya untuk kemudian menjadi cahaya yang besar,”sebutnya.

Dari cahaya itu lanjutnya, kemudian muncul sesosok manusia berwajah ganteng kulit kuning langsat, ”Matanya sayu pandangannya luas terbentang. Raut mukanya seperti orang Asia, tapi wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Setelah saya Tanya sama amal jariyah saya, dijawab jika Qusnul Qotimah menerangi makam Nabi. Saya dikatakan mendapat hidayah dan safaat dari Allah,’’ urai Azlina lagi.

Dari tempat itu, sambung Azlina lagi, ia dibawa lagi ke suatu tempat, dimana ia melihat jutaan manusia menangis disiksa dan minta kiamat dipercepat. Meskipun antara ia berdiri dengan orang-orang yang disiksa itu hanya berjarak 5 meter, namun ia tak dapat menolong. Selama dalam perjalanan itu pula ia dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz dan Katam sebanyak 3 kali, membaca Yassin 1.000 kali dan membaca Shalawat untuk 1.000 nabi.

‘’Rasanya perjalanan yang saya lalui dari sepanjang Arab Saudi atau seperti dari Sabang ke Merauke,’’ ujar Azlina yang mengaku ketika ia belum sakit juga pernah melihat cahaya saat melakukan salat tahajud dan cahaya itu juga disapukannya ke mukanya seperti yang dilakukan ketika ia dibawa berjalan.

Banyak Perbedaan
Banyak perbedaan yang terjadi pada diri Azlina alias Iin setelah dan sebelum ia mati suri. Perbedaan tingkah laku itu sangat dirasakan, terutama bagi keluarga terdekat yang tahu persis akan keseharian Iin.

Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.

Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.

‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.

Terlepas percaya atau tidak akan kejadian seperti yang diceritakan Azlina dan keluarganya itu, namun jika kita berhadapan langsung dengan Azlina, dan mendengar ceritnya, kita pun jadi merinding.

http://hebiryu.wordpress.com/2006/11/12/kisah-dua-jam-mati-suri/

Memahami Nama ‘Huwa’ : Dia Yang Tak Bisa Diliputi Nama Agustus 30, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
3 comments

A. Sebutan Tuhan

Sahabat-sahabat, kadang kita terlalu cepat ‘memagari diri’ dari istilah-istilah yang kita anggap tidak berada dalam domain yang sama dengan agama kita. Terlalu cepat ‘mengkafirkan’. Bukan mengkafirkan orang lain, tapi mengkafirkan bahasa (lain). Dengan memagari diri seperti ini, apalagi dengan didahului prasangka, maka dengan sendirinya kita akan semakin sulit saja memahami hikmah kebenaran yang Dia tebarkan di mana-mana.

Padahal, dalam Qur’an pun Allah menjelaskan bahwa beragam bahasa adalah tanda dari-Nya juga.

“Dan diantara ayat-ayatnya ialah menciptakan langit dan bumi, dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat ayat-ayat bagi orang-orang berilmu (’Alimiin).” Q.S. 30 : 22.

Jika ada orang menyebut tuhannya sebagai Yehovah, Eloh, Eloheim, atau Adonai, mekanisme dalam pikiran kita mendadak seperti mencipta imaji-imaji bahwa ada banyak tuhan yang sedang berjejer, sesuai urutan sesembahan yang ada sepanjang masa. Ada tuhan yang disebut Yehovah, Eloheim, Jahveh, Brahma, Manitou, Zeus, Allah, Tuhan Alah, dan lain sebagainya. Sedangkan yang kita sembah adalah yang disebut Allah, yang lainnya bukan, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan kita dan agama kita. Pokoknya thoghut, atau kafir.

Benarkah begitu? Bukankah Tuhan hanya satu? Bukankah ‘Laa ilaaha Ila’Llah’ artinya tiada Tuhan selain Allah? Wallahu ‘alam, meski saya mengerti bahwa Tuhan hanya satu, tapi saya belum mengetahui secara total makna lahiriyah maupun batiniyah dari kalimat syahadat itu. Tapi setidaknya, bukankah cara berfikir yang seperti tadi juga berarti bahwa tanpa sadar pikiran kita telah menyejajarkan Dia dengan selain-Nya? Atau, secara halus dan tersamar sekali, itu artinya kita masih mengakui bahwa ada banyak entitas dalam satu himpunan tuhan, dan Allah adalah salah satu dari yang ada dalam himpunan itu. Bukankah itu keterlaluan?

Istilah ‘Allah’ sudah ada sejak sebelum Al-Qur’an turun. Sebelum junjungan kita Rasulullah menerima wahyunya yang pertama, bangsa Arab sudah menggunakan kata- kata ‘demi Allah’ jika mengucapkan sumpah. Hanya saja, mereka juga sering menyebut nama patung-patung mereka, ‘demi Lata’ atau ‘demi Uzza’, ‘demi punggung istriku’, atau bahkan ‘demi kuburan ibuku’, dalam sumpah mereka.

Kapan istilah ‘Allah’ pertama kali dikenal manusia? Tidak tahu persis. Diperkirakan tidak akan jauh dari periode kemunculan agama Islam yang dibawa Rasulullah di tanah Arab. Tapi apakah berarti, pada periode sebelum itu, Allah diam saja di langit sana, dan tidak memperkenalkan diri-Nya? Rasanya kok tidak demikian ya. Saya suka bertanya-tanya, misalnya dengan nama apa Allah mengenalkan diri-Nya pada nabi Ya’kub as dan nabi Musa as, nabi bangsa Bani Israil? Karena pada kenyataannya, bangsa yahudi sekarang tidak menyebut nama-Nya dengan sebutan ‘Allah’ yang sesuai dengan bahasa Arab.

Kitab suci dari Allah yang kita kenal ada empat: Taurat, Zabur, Injil, dan kitab penutup dan penyempurna semuanya, Al-Qur’an. Taurat, atau Torah, turun kepada Nabi Musa as. Karena Musa adalah orang Bani Israil, tentu kitab yang turun pun berbahasa mereka, Ibrani. Demikian pula Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Semua turun dan disampaikan dengan bahasa penerimanya.

Jadi, apakah salah jika orang yang kebetulan beragama lain, menyebut nama Allah dengan nama yang turun pada bahasa kitab mereka? Apakah itu Tuhan yang lain? Belum tentu. Sekali lagi, kita tidak boleh terlalu cepat ‘mengkafir-kafirkan’, termasuk mengkafirkan bahasa dan istilah.

Ada banyak sekali irisan kemiripan bahasa-bahasa agama dalam sejarah. Sebagai contoh, nama ‘Allah’, sangat mirip dengan ‘Eloh’. Dalam kitab-kitab Ibrani, Tuhan disebut sebagai ‘Eloheim’. Dari asal kata ini, kita mengerti misalnya arti kata ‘betlehem.’ Dari asal katanya, Bethel dan Eloheim. ‘Bethel’ bermakna rumah, dan ‘Eloheim’ adalah Allah. Rumah Allah. Jika demikian, apa bedanya kata ‘Betlehem’ dengan ‘Baytullah’?

Juga ‘Yehova’ atau ‘Yahwe’, sangat mirip dengan ‘Ya Huwa’, Wahai Dia (yang tak bernama). Yang agak ‘mencurigakan’, adalah inti ajaran Socrates, ‘Gnothi Seauthon’, yang artinya adalah ‘Kenalilah Dirimu.’ Dari segi makna, ini sangat mirip dengan inti hadits yang sering diulang-ulang oleh para sahabat Rasulullah maupun para sufi terkemuka, ‘man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu,’ mereka yang ‘arif tentang dirinya, akan ‘arif pula tentang Rabb nya.’ Esensinya sangat mirip: mengenal diri. Dan sebuah fakta yang tak kalah menariknya, sejarah mencatat bahwa Socrates adalah guru dari Plato, Plato guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander of Macedon. Sosok yang terakhir ini oleh sebagian ahli tafsir disamakan dengan Iskandar Dzulqarnayn, sosok panglima yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an.

Saya tidak sedang mengatakan bahwa semua tuhan sama saja, yang berbeda hanya namanya. Atau dewa pada tiang totem yang disembah bangsa indian apache adalah Allah juga. Bukan begitu. Saya hanya mengatakan bahwa kita sebaiknya jangan terlalu ‘alergi’ dengan kata-kata agamis dari agama lain. Kita harus berhati-hati sekali untuk ‘mengkafirkan’ istilah. Sebab kalau ternyata salah, maka artinya kita ‘mengkafirkan’ sebuah hikmah atau sebuah tanda dari-Nya. Maka kita akan semakin jauh saja dari kebenaran.

Bukankah Allah pasti menyebarkan jejak-Nya di mana-mana, sepanjang zaman? Dan jangan berfikir bahwa Allah hanya pernah dan hanya mau ‘muncul’ di agama kita saja. Ini berarti kita, sebagai makhluk, berani-berani menempatkan Allah dalam sebuah himpunan, ke sebuah konsep di dalam kepala kita. Himpunan deretan tuhan, atau himpunan kelompok agama.

Allah adalah Tuhan. La Ilaha Ilallah. Dia ada di luar himpunan apapun. Dia tak beragama, dan tidak memeluk agama apapun. Karena itu, kita jangan berfikir, baik sadar maupun tidak, bahwa Allah ‘beragama Islam’.

Agama diciptakan-Nya sebagai jalan untuk memahami-Nya, memahami kehidupan, dan memahami diri ini. Segala sesuatu Dia ciptakan dan Dia akhiri. Maka Allah adalah sumber dan akhir segalanya. Dua asma- Nya adalah ‘Al-Awwal’ dan ‘Al-Akhir’. Ini pun sebuah kebetulan yang menarik, karena bangsa Yunani kuno, bangsanya Socrates dan Plato, eyang guru dari Alexander tadi, juga menyebut salah satu nama yang dimiliki Tuhan mereka sebagai ‘Alpha Omega’, berarti ‘Yang Awal dan Yang Akhir’ (Alpha = Alif = huruf awal dalam alfabet yunani dan arab, simbol ‘awal’; sedangkan Omega = huruf terakhir dalam alfabet yunani, simbol ‘akhir’). Kemiripan yang sangat menarik, ya?

B. Asma-asma Allah.

Allah, adalah sebuah zat, sebuah entitas, yang tertinggi. Tak terbandingkan, tak terukur, tak terperi. Lalu apakah kita, sebagai makhluk, memungkinkan untuk menempatkan Dia ke dalam kepala kita, menaruhnya ke dalam sebuah konsep ‘nama’? Tentu tidak. Dia, secara utuh, secara menyeluruh, secara real, sesungguhnya tak bernama. Tak ada apapun yang bisa membungkus-Nya, termasuk sebuah nama.

Lalu untuk apakah, atau nama-nama siapakah, yang berjumlah sembilan puluh sembilan sebagaimana diperkenalkan dalam Al-Qur’an, dan disusun sebagai ‘asma’ul husna’? Nah, itu adalah bukti begitu penyayangnya Dia pada makhluknya yang satu ini, manusia.

Penjelasannya begini. Dia Yang Tertinggi jelas tak mungkin dibungkus atau terliputi oleh apapun, termasuk sebuah nama. Tapi Dia bersedia ‘menurunkan derajat-Nya’ demi supaya lebih dimengerti oleh manusia. Maka Dia memperkenalkan diri-Nya, bagi mereka yang ingin mengenal-Nya di tahap awal, dengan memisalkan dirinya dengan sifat-sifat manusia. Memisalkan diri-Nya dengan sifat-sifat yang memungkinkan untuk dideskripsikan dalam bahasa manusia.

Ambil contoh, Ar-Rahmaan (Maha Pengasih) atau Ar-Rahiim (Maha Penyayang). Kita bisa memahami makna dua kata ini, karena sifat-sifat ini, pengasih dan penyayang, adalah sifat yang ada pada manusia. Tapi dari segi makna, kedua kata ini dalam memperkenalkan sifat-Nya sebenarnya telah mengalami degradasi makna yang amat sangat.

Maha Pengasih, atau Ar-Rahmaan, adalah ‘hanya’ bahasa manusia yang paling memungkinkan untuk menggambarkan salah satu sifat-Nya. Tapi kedalaman makna istilah ini telah berkurang jauh sekali, karena Dia, yang Tak Terperi, memisalkan diri-Nya dengan istilah manusia yang jelas tak memadai untuk melukiskan diri-Nya yang tak terbatas. Dalam asma’ul husna, misalkan istilah ‘Ar-Rahim’, sebenarnya ‘hanya’ merupakan sebuah istilah yang masih memungkinkan untuk bisa terpahami oleh manusia. Sifat Penyayang-Nya yang asli, yang real, yang tidak bisa dimisalkan dengan bahasa manusia, adalah jauh, jauh, jauh lebih penyayang lagi, melebihi apa yang tergambar pada sepotong kata ‘Ar-Rahim’.

Demikian pula untuk ke-98 asma asma Allah yang lain. Semua nama-nama tersebut, sebenarnya mengalami degradasi makna yang sangat jauh dari aslinya, demi supaya terpahami oleh kita, manusia. Sifatnya yang asli, tak terkira jauhnya melebihi apa yang mampu tergambarkan oleh sepotong kata dalam bahasa kita, manusia.

Allah telah berkenan ‘merendahkan diri-Nya’ ke dalam sifat-sifat manusia, yang jauh, jauh lebih rendah dari kedudukan-Nya yang asli. Ia bersedia dipanggil dengan bahasa kita. Ini sebuah bukti kasihsayang-Nya yang amat sangat. Bisakah kita membayangkan, misalnya ada seorang raja yang kerajaannya mencakup lima benua, lalu bersedia turun berjalan di pasar kumuh dan mau dipanggil dengan bahasa pasar, seperti ‘Lu’, ‘Sia’, atau ‘Kowe’? Raja tentu akan sangat murka. Tapi Dia, Allah, tidak. Meskipun Dia Maha Tinggi kedudukannya, tapi Dia bahkan bersedia memperkenalkan diri-Nya lebih dahulu (!), dan membahasakan diri-Nya dengan bahasa manusia, dan mencontohkan sifat-Nya dengan sifat manusia.

‘Dia’ yang asli, sesungguhnya tidak bernama. Lalu istilah ‘Allah’ itu apa? Istilah itu ‘hanyalah’ bagian dari asma’ul husna, pada urutan yang pertama.

Istilah ‘Allah’, menurut seorang ahli hikmah, sebenarnya sebuah simbol juga. Menurutnya, istilah ‘Allah’, yang terdiri dari:

‘alif’, ‘lam’, ‘lam’ dan ‘ha’,

sesungguhnya merupakan singkatan dari kata bahasa Arab:

‘Al/Aliflili - hu/huwa’.

Alif, Lam, Lam, Ha‘Al’ dalam bahasa Arab bermakna kata ganti tertentu, maknanya sama seperti ‘The’ dalam bahasa Inggris, atau seperti ‘El’ dalam bahasa Ibrani dan bahasa Spanyol. Maknanya, katakanlah, ’sesuatu’. Huruf ‘Alif’ bermakna ’sesuatu yang tegak’, ‘Allah’, atau bisa juga ‘yang mengawali’, mirip seperti alpha dalam aksara Yunani. Kata ‘Li’ dalam bahasa Arab bermakna ‘bagi sesuatu’, dan dalam lafaz ‘Allah’ kata ini diulang dua kali. Sedangkan ‘hu’ atau ‘huwa’ bermakna ‘Dia’.

Jadi lafaz ‘Allah’, kata yang di dalam Al-Qur’an paling sering dipakai-Nya untuk menyebut diri-Nya, sebenarnya sama sekali tidak mencakup keseluruhan zat-Nya. Lafaz ‘Allah’ sebagai simbol, sebenarnya justru mempertegas bahwa ‘Dia’ adalah tak bernama. Mengapa demikian? Karena jika makna ini dibaca secara keseluruhan, maka “Al, li, li, hu” kurang lebih maknanya adalah ‘Sesuatu, yang baginya diperuntukkan, dan sesuatu ini diperuntukkan, untuk Dia.” Jadi artinya secara sederhana adalah, ‘(simbol) ini diperuntukkan, dan permisalan ini diperuntukkan, untuk Dia (yang tak bernama).”

Dia yang asli, sebagai zat (entitas), sama sekali tak bisa diliputi oleh sebuah nama.

C. Hadits Rasulullah yang mengandung simbol serupa.

Kalau kita teliti dalam memperhatikan hadits berikut ini, kita akan mengerti bahwa Rasulullah bukan orang yang berkata dengan ‘pendapatnya sendiri’. Orang dalam tingkatan maqam seperti Rasulullan saw., tentulah setiap tindak tanduk dan perkataanya sudah sepenuhnya dalam bimbingan Allah swt. Tampak dari demikian akuratnya simbol-simbol yang digunakan, meskipun jika kita baca secara sepintas hadits ini sangatlah sederhana dan tidak bermakna dalam. Hanya kalau kita teliti, betapa dalam dan akuratnya simbol yang Beliau gunakan dalam kata- katanya.

Kita lihat hadits berikut ini:

Diriwayatkan dari riwayat Abu Hurairah ra.:

Para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?”

Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?”

Para sahabat menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?”

Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. bersabda, “Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia kelak mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.”

[H. R. Muslim no. 267]

Sepintas, hadits ini hanya berisi tentang melihat Allah di hari kiamat. Tapi kalau kita teliti lebih jauh perumpamaan yang digunakan dengan kacamata ilmu astronomi yang pada saat Rasul mengatakan hadits tersebut ilmu ini belum semaju sekarang, sebenarnya hadits ini juga menjelaskan bahwa ada bagian dari ‘Dia’ yang tak akan bisa kita kenali. Kita cermati perumpamaan bulan purnama yang dipakai beliau dalam hadits ini.

Sebagaimana kita tahu, pada saat bulan purnama di langit malam yang cerah, kita bisa melihat bulan ’seluruhnya’. Kata seluruhnya ini saya beri tanda kutip, karena memang ’seluruhnya’ itu semu. Kita melihat –seakan-akan– bulan tampak seluruhnya dari mata kita. Kita, saat itu, seakan-akan bisa ‘mengenal’ bulan seluruhnya.

Nah, di zaman modern ini, kita tentu mengetahui bahwa bulan adalah sebuah ’satelit,’ sebuah planet kecil yang mengelilingi bumi. Periode waktu rotasi bulan, sama persis dengan periode lamanya bulan mengelilingi bumi. Jadi, permukaan bulan yang menghadap bumi setiap saat adalah sisi yang sama persis, yang itu-itu saja. Tidak berubah.

Demikian pula, ada sisi lain di balik bulan yang akan selalu tidak tampak dari bumi, yang setiap saat akan selalu membelakangi bumi, tidak akan pernah terlihat dari bumi. Dengan kata lain, jika kita berdiri di sisi bulan yang terlihat dari bumi, maka meski bulan berotasi sambil terus mengorbit mengelilingi bumi, kita akan selalu terlihat dari bumi. Sebaliknya, jika kita berdiri di sisi bulan yang tidak terlihat dari bumi, maka kita tidak akan pernah terlihat dari bumi pula.

Gambar jelasnya seperti ini:

sisi yang selalu menghadap bumiInilah sebabnya, sejak zaman manusia pertama ada hingga sekarang, permukaan bulan yang tampak dari bumi kelihatannya tak pernah berubah, karena sisi yang menghadap bumi senantiasa merupakan sisi yang sama.

Di hadits ini, Rasul memisalkan Allah sebagai bulan purnama. Bulan, sebagaimana telah dijelaskan tadi, hanya ada satu sisi yang bisa terlihat oleh kita. Jadi, secara tersirat dalam hadits tadi, Rasulullah juga menjelaskan bahwa sesempurna- sempurnanya pengenalan seseorang akan Allah (seperti orang yang telah mencapai maqam para sahabat Beliau itu), sebenarnya barulah satu sisi dari Dia saja. Sisi yang memang Dia hadapkan sepenuhnya kepada manusia. Sisi inilah yang dalam bahasa agama disebut sebagai Wajah-Nya.

Tapi sampai kapan pun, akan tetap ada sisi lain dari Dia yang tidak akan pernah terpahami oleh manusia (karena Dia sesungguhnya Maha Tak Terbatas). Dan keseluruhan ‘Dia’ secara utuh, yang bisa dikenali dan yang tidak, dalam bahasa agama disebut Zat-Nya,” atau entitas-Nya, secara keseluruhan.

Jadi sekarang kita bisa lebih memahami, jika dalam Al-Qur’an atau doa yang diajarkan Rasulullah mengandung kata-kata ‘wajah Allah’ atau ‘wajah-Nya (wajhahu)‘, maka itu bukan berarti bahwa Dia memiliki wajah di depan kepala seperti kita. Itu maknanya adalah, konteks ‘Dia’ dalam kalimat itu adalah pada sisi yang masih bisa kita kenali. Sedangkan Zat-Nya yang utuh tidak akan pernah bisa kenali.

Mengenai zat-Nya, Al-Qur’an sendiri cukup menerangkan seperti ini:

“…laysa kamitslihi syay’un”

“… dan tiada sesuatupun yang bisa dijadikan permisalan untuk Dia.” (QS. 42 : 11)

Rasul melarang manusia memikirkan zat-Nya, dalam sabdanya, “Berfikirlah kalian tentang makhluk Allah, dan jangan sekali-kali berfikir tentang zat-Nya, sebab kalian akan binasa.” Bahkan Beliau sendiri pun mengakui bahwa dirinya tidak memahami ‘Dia’ dalam konteks zat, sebab dalam sabdanya Beliau menjelaskan, “sesungguhnya aku adalah orang yang bodoh dalam ihwal zat Tuhanku.”

Kembali pada contoh bulan di atas. Bulan, sesuai periode edarnya, akan tampak dari bumi bermacam-macam bentuknya, mulai dari bulan hitam (bulan tak tampak), bulan hilal, bulan sabit, bulan setengah, hingga bulan purnama.

Sebenarnya demikian pula pengenalan manusia kepada Allah ta’ala. Ada yang tidak mengenal sama sekali (bulan hitam), ada yang pengenalannya setipis hilal, ada yang pengenalannya seperti bulan setengah, dan ada pula yang pengenalannya terhadap Allah telah ‘purnama’. Namun demikian, sebagai zat tetap saja Dia tidak akan pernah terpahami sepenuhnya oleh manusia, karena Dia adalah Maha Tak Terbatas.

Berbagai Wajah BulanDari sini saja, kita bisa mengerti bahwa faham panteisme, atau menyatunya Tuhan dan manusia sebagaimana yang dituduhkan kepada kaum sufi, adalah tidak tepat. Tentu mustahil sesuatu yang tak terbatas bisa terlingkupi oleh sesuatu yang terbatas.

Agaknya yang dituduhkan pada kaum sufi sebagai panteisme atau penyatuan, sebenarnya yang terjadi adalah ’sirna kediriannya’. Contohnya seperti cahaya lilin yang akan lenyap cahayanya jika diletakkan di bawah cahaya matahari. Ini masih perlu kita kaji lebih lanjut. Atau paling tidak, agaknya tidak semua sufi meyakini panteisme. Seperti kata teman saya: “Sufi, pantheisme? Sufi yang mana dulu, nih?”

Sekarang, dari cara Rasulullah memberikan contoh pada dalam hadits di atas, kita bisa lebih mengerti kira-kira sedalam apa akurasi hikmah dari kata-kata seseorang jika telah ada dalam tingkatan maqam seperti junjungan kita Rasulullah Muhammad saw. Tentu beliau tidak asal ambil contoh saja, seperti ketika kita sedang berusaha menerangkan sesuatu kepada orang lain. Sekarang semakin jelas pula bahwa segala sesuatu dari diri Beliau telah ditetapkan dalam bimbingan Allah ta’ala, bahkan sampai hal ’sepele’ seperti mengambil contoh yang tepat ketika menerangkan sebuah persoalan.

Juga sebagaimana hadits Rasulullah tadi, segala sesuatu dalam ciptaan-Nya pun tidaklah semata-mata hanya sebagaimana yang tampak dari luar. Allah tentu tidaklah sesederhana itu. Seperti hadits tadi, segala sesuatu juga mengandung makna batin. Alam semesta, bulan, bintang, batu, hewan, tumbuhan, manusia, syariat (ada syariat lahir dan tentu ada syariat batin), dan lain sebagainya. Sedalam apa seseorang melihat maknanya, tentu sangat tergantung pada kesucian qalbnya, sarana untuk menerima ilmu dari-Nya.

Kini kita bisa sedikit lebih mengerti pula, seperti apa kira-kira kesucian qalb Rasulullah saw, jika kata-kata Beliau mampu menyederhanakan kandungan makna yang sedalam itu (itupun baru yang bisa kita ungkapkan) dalam kesederhanaan simbol-simbol yang sangat akurat.

Kalau Al-Qur’an? Lebih tak bisa kita bayangkan lagi seperti apa sesungguhnya kedalaman kandungan makna Al-Qur’an.

Semoga bermanfaat,

Herry Mardian
http://suluk.blogsome.com


sepi..!!! :( Agustus 25, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Kok tambah sepi aja nich..?!? :(

Dah lupa yach.. sama kebersamaan kita..?!?

BAHAYA IMUNISASI..?!? Agustus 21, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media masa, brosur di klinik, atau teman-teman Anda. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meniliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)? Baiklah, mari kita ikuti lebih lanjut…


Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar. Benarkah?
Tiga Mitos Menyesatkan

Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan.

effektif melindungi manusia dari penyakit.

Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.

Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.
Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.
imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak
Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.
Racun dan Najis? Tak Masuk Akal
Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)
Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)
Makhluk Mulia Vs Hewan
Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan, dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah yang ada. Manusia merupakan makhluk unik yang dilengkapi sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.
Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, mengangap adanya kekurangan dalam diri manusia sebagai ciptaan Allah, sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistemn pertahanan tubuh melalui imunisasai yang tercampur najis dan penuh dengan bahaya.

Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan. Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi hewan, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan hewan dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia melalui kera yang sangat “menggelikan”. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki hewan dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika setan ini adalah menjijikkan menurut Islam.

Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini, orang tua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya? (dsw)

http://www.missionislam.com/conissues

KILAT2..!?! Agustus 21, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.

Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?

Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.

 

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur’an,

“…Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS. An Nuur, 24:43)

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.

Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.

Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur’an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur’an, sesungguhnya adalah “Guruh”. Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.

(Harun Yahya)

KILAT..!?! Agustus 21, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Dari Fisika Kemana-mana Agustus 9, 2007

Posted by fisika02 in Fisika.
2 comments

Artikel ini dikirim oleh seorang temen nih….

URL aslinya Klik disini

SATU dekade ke depan, manusia terkaya di dunia boleh jadi bukan lagi Bill Gates. Calon penggantinya bukan seorang computer nerd atau venture capitalist, melainkan fisikawan muda jenius bernama Stephen Wolfram. Ia baru saja menggemparkan jagat keilmuan dengan menerbitkan dan meluncurkan sendiri magnum opusnya setebal 1.200 halaman lebih berjudul The New Kind of Science (TNKS). Menurut sejumlah pembaca awal di situs Amazon.com, buku ini dalam magnitude dan gaya provokasinya dianggap setara dengan The Origin of Species-nya Charles Darwin dan Das Kapital-nya Karl Marx.

Yang luar biasa, Wolfram juga wirausahawan tulen yang piawai memasarkan dan menjual temuan-temuannya ke dunia bisnis yang makin knowledge intensive. Sebagai multijutawan dollar barangkali ia merupakan ilmuwan terkaya di dunia. Dengan kekayaan itu, ia mendanai sendiri riset-risetnya sambil menjadi CEO bagi perusahaannya dengan ratusan karyawan. Dalam komunitas fisika, sejumlah tokoh tak ragu mengatakan kehebatan Wolfram setara dengan…dewa-dewa terpenting fisika seperti Galileo, Newton, dan Einstein. Jika Galileo dikenang dengan Teori Pergerakan Planet, Newton dengan Teori Gravitasi, dan Einstein dengan Teori Relativitas, maka Wolfram dengan Cellular Automata.

Dengan perkakas ini, Wolfram mengklaim dapat memecahkan semua problem fisika abad ke-20 yang sampai kini masih misterius seperti soal relasi gaya-gaya elektromaknetik dan gravitasi. Dengan demikian cellular automata boleh jadi akan memenuhi impian suntuk Einstein- yang tak kesampaian hingga akhir hayatnya-akan adanya teori gabungan (unified theory of everything) yang mampu menjelaskan semua fenomena alam dan kosmos itu sendiri.

Namun, cellular automata lebih ambisius dari impian tertinggi Einstein. Bukan saja di bidang fisika, perkakas Wolfram ditengarai dapat menjelaskan serta memecahkan berbagai masalah fundamental dalam biologi, matematika, kimia, computer science, bahkan wilayah-wilayah lain yang secara tradisional dianggap di luar pengaruh fisika seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, juga teologi, seni, dan filsafat.

***

APAKAH cellular automata itu? Sederhananya, cellular automata adalah sehimpunan proses fundamental peciptaan pola-pola keteraturan dengan menggunakan komputer (computer-generated ordering process) yang bentuk akhirnya sangat menyerupai apa yang terjadi di alam. Program komputer Wolfram ini mengambil input data yang tidak teratur (bahkan chaos), lalu diproses menggunakan sejumlah Aturan Wolfram, dan akhirnya menghasilkan output gambar yang sangat mengagumkan baik pola, kompleksitas, maupun derajat keteraturannya di layar komputer.

Dalam bukunya yang dipenuhi ratusan gambar itu, Wolfram menunjukkan proses terciptanya berbagai bentuk pola-pola yang kompleks seperti kristal es, bunga-bungaan, dedaunan, sebaran warna-warni bulu burung merak, spiral galaksi, turbulensi air deras, jaringan sirkuit otak manusia, badai topan, kulit kerang, lekak-lekuk sungai, pokoknya berbagai macam bentuk output dari sistem operasi alam semesta.

Wolfram berpendapat bentuk-bentuk yang dihasilkan oleh cellular automata itu bukan sekadar replika kebetulan dari fitur-fitur yang ditemui di alam, tetapi sekaligus dapat menjelaskan bagaimana alam bekerja pada tingkat paling fundamental. Karena itu, Wolfram tak ragu berpendapat, program cellular automata akan menjadi metoda paling ampuh yang dikenal umat manusia hingga kini, untuk memecahkan rahasia alam, sekaligus menjelaskan arsitektur jagat raya dan evolusi segenap bentuk kehidupan di dalamnya. Wolfram bahkan menengarai semesta alam ini tidak lain adalah sebuah mahakomputer alami yang berperilaku sebagai sebuah super cellular automata.

Di tingkat praktis, tidak saja celluar automata akan merevolusi jagat sains secara radikal, tetapi Wolfram juga menjanjikan terbukanya pintu gerbang lebar bagi lahirnya sejumlah besar teknologi baru dalam waktu segera seperti komputer kuantum, supermikroteknik pada skala atom, desain serta reparasi bagian-bagian jaringan dan organ tubuh, materi baru, dan obat-obatan baru yang lebih ajaib khasiatnya. Sungguh fantastis!

***

SIAPA gerangan sang jenius ini? Lahir tahun 1959 di London, Stephen Wolfram adalah a new kind of physicist. Ketika masih sekolah menengah di Eaton, Inggris, ia belajar sendiri fisika tingkat tinggi pada usia 12 tahun. Saat umurnya baru 15 tahun makalahnya di bidang fisika teori sudah muncul di jurnal fisika. Tak betah belajar dari guru dan dosen–menurut dia terlalu lamban–ia lalu melahap berbagai buku teks kelas berat ketika teman seusianya masih sibuk bermain Halloween dan bercinta monyet.

Pertama kali kuliah di Oxford, ia masuk semester satu. Sangat tidak menarik baginya, ia langsung menghadiri kuliah semester enam. Juga tidak cukup menarik, ia lalu memutuskan tidak pernah masuk kelas lagi. “Saya dapat mengetahui berbagai hal jauh lebih cepat dan lebih mendalam dengan membaca daripada mendengar dosen ngomong,” begitu alasannya menyebut kuliah sebagai kegiatan buang waktu. Hebatnya, ia mampu menghasilkan puluhan makalah di bidang kosmologi dan fisika partikel yang dimuat pada jurnal-jurnal fisika kelas tinggi.

Tidak sampai tamat S1 dari Oxford, ia langsung direkrut oleh raksasa fisika peraih Hadiah Nobel dari California Institute of Technology (Caltech), Murray Gell-Man, tahun 1978. Wolfram langsung masuk program doktor. Di kampus ini, di mana Richard Feynman, fisikawan legendaris lainnya bermukim, Wolfram juga tampak kurang tertantang. Agar ia betah, maka program doktor khusus diberikan padanya. Dalam tempo setahun saja, ia mendapat PhD pada usia 20 tahun tanpa harus membuat disertasi, tetapi cukup membundel ulang enam makalah terbaiknya.

Pergaulan intelektual tingkat tinggi antara doktor remaja Wolfram dengan fisikawan dewa sekelas Feynman dan Gell-Man hanya sanggup membuatnya kerasan selama 10 tahun di Caltech. Akhirnya ia bentrok juga dengan administratur institut itu perihal komersialisasi temuan-temuannya. Di usia 31 tahun, ia diterima di kampus Einstein yang legendaris, the Institute for Advanced Studies di Princeton. Wolfram tercatat sebagai anggota termuda institut itu sepanjang sejarah. Tapi, kampus penelitian paling bebas di dunia ini pun ternyata tidak sanggup menyediakan ruang bagi kebebasan gerak dan independensi intelektual yang dituntut Wolfram.

Akhirnya tahun 1986 ia mendirikan Wolfram Research Inc., institusi penelitian pribadinya. Di sinilah ia menggabungkan bisnis dan riset secara bebas yang berpuncak pada lahirnya mahakarya TNKS yang menggemparkan itu. Dalam rangka mengembangkan TNKS, Wolfram harus pula mengarang Mathematica–sebuah sistem software yang digunakan untuk keperluan komputasi teknikal dan pemrograman simbolik (symbolic manipulation programming)–terlebih dahulu, yang sama raksasa bobotnya dengan TNKS itu sendiri. Ini persis seperti Newton yang harus mengarang dulu kalkulus diferensial agar bisa menjelaskan gravitasi dan Einstein yang harus mengonstruksi dulu sebuah aljabar empat dimensi agar bisa menjelaskan relativitas.

Bedanya, kedua pendahulu Wolfram itu cuma ilmuwan murni yang hidup dari dana negara sedangkan Wolfram sekaligus entrepreneur kawakan yang jago mencetak duit gede dalam setiap langkahnya menuju puncak sains tertinggi.

***

KISAH Wolfram tampaknya tak pernah dibayangkan orang ketika memikirkan fisika. Bagi awam, fisika adalah ilmu esoteris yang tak jelas manfaat praktisnya. Sarjana fisika biasanya kere tak berduit. Pekerjaan mereka paling-paling jadi dosen atau penelitu. Otak mereka dipenuhi atom-atom, galaksi-galaksi, dan persamaan-persamaan matematika yang eksotis, tetapi kantung mereka enggak gaul. Wacana mereka serba makro tapi dompet super mikro. Konon Einstein sendiri pun pernah mengatakan, “Science is a wonderful thing if one does not have to earn one’s living at it.” Alhasil, citra fisikawan memang jauh dari menarik. Sampai hari ini pun fisika tidak pernah menjadi pilihan utama bagi kebanyakan mahasiswa cerdas namun tetap ingin hidup keren berkecukupan.

Sekitar tiga dekade lalu, jurusan fisika ITB bahkan harus menawarkan beasiswa bagi siapa saja yang bersedia masuk fisika jika lulus ujian masuk. Banyak input jurusan fisika saat itu merupakan mahasiswa kere. Sebagian lagi, terjebak oleh citra di atas, lalu hengkang dan testing ulang ke jurusan teknik. Memang ada juga minoritas yang hebat otaknya, termotivasi oleh the beauty of physics itu sendiri, menganggap mencari duit sebagai kegiatan yang inferior, memutuskan mendalami fisika sampai ke sumsum. Namun, makhluk seperti ini dianggap aneh oleh masyarakat. Orangtua pun biasanya tidak mengizinkan anaknya memilih fisika.

Bahkan, seorang ibunda Evelyne Mintarno pun, yang anaknya berhasil menjadi satu-satunya peserta putri dari Indonesia dalam Olimpide Fisika 2002 di Bali, belum merelakan putrinya memilih fisika karena terbelenggu anggapan fisikawan hanya bisa jadi guru. Padahal putrinya yang hebat itu, selain meminati sungguh fisika sudah diterima di universitas bergengsi, Stanford. (Kompas, 24/7)

***

KIPRAH para fisikawan sesungguhnya tidaklah sesempit menjadi dosen saja. Ilmu fisika yang selalu terobsesi dengan perkara-perkara fundamental, perumusan dan pemecahan masalah secara elegan, dengan disiplin berpikir yang rigor konseptual, sebenarnya lebih dari cukup sebagai bekal hidup penuh makna, termasuk hidup makmur kalau mau. Sisanya adalah minat, ambisi, dan etos kerja.

Selain menjadi peneliti dan guru, banyak sarjana fisika Indonesia akhirnya menjadi eksekutif bisnis (seperti Harianto Mangkusasono dan Charlo Mamora, terakhir keduanya menjadi konsultan pengembangan dan transformasi bisnis), rohaniwan (seperti Pater Drost), ekonom (seperti Rizal Ramli dan Umar Juoro, meskipun keduanya tidak menamatkan fisika), dan terbanyak menjadi profesional di berbagai bidang (misalnya IT, perminyakan, elektronika, otomotif, pers, SDM, pertambangan, perbankan) termasuk menjadi wiraswastawan. Intinya, dari fisika orang bisa ke mana-mana, tergantung minat, stamina juang, dan sekali lagi etos kerja.

Ke depan, seiring dengan munculnya fenomena Wolfram di atas, dapat diharapkan semakin banyak orang-orang muda yang terinspirasi menjadi fisikawan-hartawan. Mengapa tidak? Dalam dunia di mana kapitalisme global semakin meraja, semakin diperlukan sumbangan berbagai jenis inovasi berbasis fisika untuk menciptakan business value yang hebat-hebat.

Wolfram membuktikan, meraih kemakmuran tidak berarti mengorbankan ilmu, atau sebaliknya, berilmu tinggi tidak harus jadi miskin. Wolfram mendemonstrasikan sebuah paradigma baru. Menjual fisika untuk uang, dengan uang mendanai riset fisika, dan dengan uang cukup mampu memperoleh independensi berkarya, dengan sebuah efek samping yang tak kalah menarik: hidup enak dan berkecukupan.

Salah satu problem besar fisikawan murni Indonesia (ilmuwan berbasis universitas umumnya) ialah mengotakkan diri dalam ruang sempit penelitian. Mengemis dana penelitian dari birokrat yang tak paham penelitian, lalu mendapatkan dana superkecil dari anggaran negara yang memang tak peduli penelitian, kemudian dipotong sana-sini oleh oknum siluman. Maka, jadilah penelitian jejadian. Hasilnya? No money, no science, no dignity!

Saya setuju dengan pendapat Rektor ITB Kusmayanto Kadiman, bahwa ITB belum saatnya disebut a research university. Meskipun ada kontroversi di balik kisah Wolfram di atas, satu hal positif sudah jelas, ilmuwan jenis baru harus mampu menggabungkan tiga peran sekaligus: peneliti, marketer, dan eksekutif.

Saat negeri ini carut-marut dan tak punya uang, semakin absurd rasanya mengharapkan dana riset dari negara. Mungkinkah para ilmuwan kita meniru gaya Wolfram mencetak uang dengan dan dari ilmu mereka? Tantangan ini lebih relevan buat Indonesia, karena metoda favorit dalam mencari uang yang dipakai para pemegang kekuasaan di lembaga-lembaga negara kita–seperti diberitakan koran tiap hari–ialah main injak dan terkam kaya Ken Arok.

Padahal kata orang, kini era knowledge economy, di mana wealth creation akan lebih mengandalkan kreativitas, inovasi teknologi, dan pengetahuan intensif seperti didemonstrasikan Bill Gates dan Stephen Wolfram; dan bukan tanah, ternak, atau mesin, let alone brute power. Kalau ilmuwan-ilmuwan kita masa kini tidak bisa berkiprah lain daripada apa yang lazim dan zalim di masa lampau, tampaknya satu- satunya harapan kita ialah pada tunas-tunas belia yang bertarung di Olimpiade Fisika minggu lalu. Untuk mereka, selamat dan semoga jaya. Untuk panitia dan tim pelatih, terima kasih atas visi, kontribusi, dan dedikasi Anda.

*) Artikel ini dimuat di Harian KOMPAS, Edisi Senin, 29 Juli 2002

buat yang ulang tahun..!?! Agustus 2, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
2 comments

Doa ultah

 

Tuhan...,
Masih ingat doaku semalam kan...?!?
Hari ini aku ulang tahun...!!!
 
Tuhan...,
Masih ingat doaku semalam kan...?!?
Aku tidak mau balon merah...,
Aku tidak mau kue coklat...,
Aku tidak mau permen manis warna-warni...,
Aku tidak mau pesta meriah dan ramainya tepukan tangan...!!!
 
Aku tidak mau...!!!
 
Tuhan...,
Masih ingat doaku semalam kan...?!?
Aku ingin...,
Hari ini aku punya kekasih...!!!
 
Kekasih yang baik...,
 
Kekasih yang mengerti aku...,
 
Itu saja...!!!

Film Javanes Version Juli 21, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
add a comment

Ini beberapa judul Pilem yang di bahasa jawa-kan….
emang sih ambil dari suatu situs… (myquran.org), ada yang mau translet ke bahasa yang laen???

Enemy at the Gates — Musuhe Wis Tekan Gapuro

Die Hard — Matine Angel

Die Hard II — Matine Angel Tenan

Die Hard III With A Vengeance — Kowe Kok Ra Mati2 To?

Die Hard IV — Ora Iso Mati….

Bad Boys — Bocah-bocah Elek

Lost in Space — Ilang Neng Awang-awang

X-Men — Wong Lanang Saru

X-Men 2 — Wong Lanang Saru Banget

Cheaper by the Dozen — Tuku Selusin Luwih Murah

Paycheck — Kasbon

Independence Day — Pitulasan

The Day After Tomorrow — Sesuke

Die Another Day — Modare Ojo Saiki

There is Something About Marry — Meri Ono Apa-apane

Silence of the Lamb — Wedhuse Mutung

All The Pretty Horses — Jarane Ayu2

Planet of the Apes — Planete Wong Apes

Gone in Sixty Second — Minggat Sakcepete

Original Sin — Dosa Tenanan

The Abyss — Entek-entekan

Seabiscuit — Klethikan Neng Laut

Terminator — Terminal Montor

How To Lose A Guy in 10 Days — Piye Carane Megat Lanangan mung 10 Dino

Lord Of The Ring — Pedagang Akik…

Deep Impact — Ngantem Njero

Million Dollar Baby — Babi Regone Sayuto

Blackhawk Down — Manuk Ireng Kenek Bedhil

Saving Private Ryan — Ngelesi Privat Mas Ryan (pancene goblog tenan opo?)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.