jump to navigation

Anomali Gravitasi(2) Maret 17, 2007

Posted by fisika02 in berbagi ilmu.
trackback

Ini berita yang asli:

Kepatihan2 Pejabat Pemda Propinsi DIY, yaitu Sekda Provinsi DIY Ir.Tri Herjun Ismaji, NSc.  dan Kepala Dinas Kimpraswil Ir. Bayudono, MSc bulan lalu mengadakan kunjungan ke Siprus, Ajerbaijan. Kunjungan itu dalam rangka mempresentasikan proses penanganan Paska Bencana  Gempa Bumi di DIY 27 Mei 2006 di depan sekitar 1000 ahli dari berbagai negara. Peserta seminar memberikan tanggapan positif dan keheranan  karena penanganan Paska gempa di DIY dan Jateng begitu cepat dan  terkoordinasi dengan baiknya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kimpraswil Propinsi DIY Ir.Bayudono.MSc kepada www.jjogjaprov.go.id.  usai menyampaikan paparannya di depan Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Alam (PBA)DPR-RI Kamis malam (8/3) di Gedung Pracimosono, Kepatihan, Yogyakarta.
Ir.Bayudono.MSc mengatakan bahwa  keheranan mereka sangat beralasan karena  dia menjelasakan bahwa    dalam penanganan korban gempa yang terjadi di DIY, yang menjadi  modal kita  atau  social capital kita yang menentukan adalah  kepercayaan kepada Allah SWT, sikap nrimo dan toleran, kemudian  berjiwa gotongroyong dan sebagainya. Hal ini sangat sulit diterima mereka. ” Mereka berpikir serba rasional, serba logis. Dia menunjukkan  hasil Dokumentasi 10 hari  setelah gempa. Korban gempa, termasuk bapak dan anak ketawa-ketawa. Kemudian ditunjukkan  bapak dan anak-anak  telah membersihkan puing-puing, dan dijelaskan pula bahwa meratapi  dan menangisi apa yang telah terjadi itu tidak ada gunanya ,” kata Bayudono.

Dari hasil  presentasi di depan para ahli di Siprus tersebut  utusan/delegasi Pemda Propinsi DIY tersebut    mendapatkan 3 bantuan dan diharapkan  benar-benar netas. Yang pertama adalah akan diberikannya bantuan  pemasangan alat  Deteksi gempa. Profesor dari Ajerbaijan ini menawarkan  akan memasang alat tersebut di Jogja/UGM . Alat tersebut kata profesor  dapat mendeteksi gempa 10 hari sebelum terjadi gempa dengan methode Anomali gravitasi yang selama ini tidak dipergunakan para ahli . Dengan 2 alat dipasang 1 di Ajerbaijan dan 1 lagi di Jogja  dapat mendeteksi  akan terjadinya gempa pada radius  episentrum 200 sampai dengan 300 kilometer. Kalau alatnya hanya 1  deteksinya bisa 500 kilometer, kalau 2 bisa 250 kilomter dan  kalau banyak bisa tepat lokasinya hanya radius  puluhan kilo meter saja.

Versi cetak dari Pemerintah Propinsi DI.Yogyakarta

Jadi klo da gempa blm ke-detect ya wajar wong baru dikasi

Komentar»

1. iPhoel - Maret 19, 2007

kayaknya nich nerusin yg kmrn yach…?!?
kalo aq sich, nrimo2 aja, masak kalah ma korban gempa yang bisa nrimo dan toleran atas musibah yg menimpa mrk.
yach, q jg berharap tu alat bisa cepat terpasang dan bisa langsung digunakan. mg juga pemerintah ga’OT lagi. kan biasanya cuma janji aja dari dulu. dan yg pasti mg aja tuh alat “betah” da di indonesia cos akhir2 ini banyak berita alat2 sejenis itu bisa pindah tangan. kan orang2 indonesia seneng yg “gratisan”, palagi yg “oplosan”…!?!🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: