jump to navigation

isu..?!? Mei 15, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
trackback

Isu penyebaran virus HIV/AIDS melalui jarum suntik yang sengaja diletakkan di tempat-tempat umum seperti gedung bioskop dan warung internet di Kota Malang, menjadi momok yang menakutkan sebulan terakhir. Kabar itu menyebutkan bahwa para penderita HIV/AIDS sengaja memasangkan jarum suntik bekas dipakai ke sejumlah tempat hiburan.

 

Di gedung bioskop, jarum itu diletakkan di balik kursi sehingga ketika pengunjung duduk langsung tertancap jarum tersebut.

“Malah ada kabar yang menyebutkan kalau di balik jarum itu tertulis kalimat `selamat datang di dunia HIV/AIDS`, kan bikin ngeri juga. Jadi kita urungkan dulu niatan nonton,” kata Eva, salah seorang mahasiswi penikmat bioskop.

 

Ketakutan penyebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik diakui Nawang, Chief Waitress Bioskop 21 Matos. Menurut Nawang, beberapa pengunjung khususnya remaja sering menanyakan kepadanya tentang kebenaran kabar itu. Mereka bahkan menuntut agar lokasi bioskop disterilkan sebelum pemutaran film.


“Kita heran darimana asalnya isu itu karena sampai saat ini kita tidak pernah menerima keluhan dari pengunjung yang terluka akibat jarum suntik di bioskop kita. Jadi isu itu tidak benar sama sekali,” kata Nawang.

 

Dikatakannya, terkait sterilisasi ini pihaknya sudah melakukan pengecekan kebersihan tempat duduk setiap pergantian jam. Nawang memperkirakan isu itu sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu yang berorientasi pada persaingan usaha. Meski begitu, akibat isu tersebut jumlah pengunjung tetap turun meski tidak terlalu signifikan. “Untuk film-film yang bagus animo pengunjung masih tetap kok,” terang Nawang.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Eni Sekar Rengganingati, saat dikonfirmasi Surya mengakui isu tersebut. Namun sejauh ini belum ada bukti konkret yang menguatkan isu tersebut

 

Eni meminta masyarakat tidak perlu resah karena secara medis, virus HIV akan mati dalam waktu kurang dari satu jam ketika berada di luar saluran darah.
Terlepas dari isu tersebut, Eni meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan virus HIV/AIDS ini. Karena virus ini tidak hanya ditularkan melalui jarum suntik dan seks bebas, namun juga bisa melalui kerokan jenggot, pijat kerok, tato dan tindik yang digunakan secara bergantian.

 

“Penularan juga bisa melalui alat-alat salon dan alat medis, jadi harus dipastikan steril sebelum menggunakannya,” ujar Eni saat ditemui di sela-sela acara penandatanganan MoU antara Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Malang dengan asosiasi hotel, biliard, cafe, salon dan panti pijat, di RM Ringin Asri, Selasa (17/4).

 

SUMBER: Koran SURYA, 17 April 2007

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: