jump to navigation

RE: Sendiri Itu Indah (ada yang cemburu nii…) Mei 30, 2007

Posted by fisika02 in Tak Berkategori.
trackback

Membaca (lebih cocok daripada melihat) tulisan tanggapan pertama pada tulisan berjudul

“Sendiri Itu Indah” tampaknya ada sebuah pernyataan ketus yang coba disampaikan oleh penanggap pertama.

Tapi, menurut aku sendiri sich, tolong dipertimbangkan lagi tuh tulisan. Karena kayaknya tulisan itu cuma buat menyenangkan ati aja (entah itu si penulis atopun teman2nya). Yang pantas merasa “sendiri itu indah” adalah para “jomblo” sendiri (inget ada tanda petiknya lho), maksudnya “jomblo” itu adalah orang yang emang bener2 jomblo (ga’punya pasangan) dan juga tidak dalam masa “menyukai seseorang”. Inget kata yang terakhir, harus ditekankan lebih dalam.

Kalau kita baca baik-baik tulisan yang ditanggapi tersebut, yang dibahas adalah sendiri itu indah. Namun entah mengapa jadi dipelintir dengan istilah jomblo? Meskipun didahului kata maap (ga pake f) nada yang disampaikan mencerminkan sebuah kedongkolan dan kejengkelan atas tingkah laku dari teman-teman kita. Dongkol boleh saja, tetapi memelintir tulisan sebuah pelanggaran yang kurang pantas dilakukan oleh scientist. Padahal kita sudah dilatih untuk berpikir obyektif (y ga pake j), mestine ga boleh ada pemelintiran tulisan. Dengan adanya pemelintiran ini paling tidak terkuak sudah cara berpikir penanggap pertama alias salah resepsi (sengaja ditulis begini biar bacane persepsi).

Aku meliat sendiri, para jomblo diantara teman2 kita itu ga’da yang “jomblo”. Semua yang ngakunya jomblo, malah punya “seseorang” di atinya, yach walaupun “seseorang” itu belum didapat bahkan masih ada nun jauh di sana. Tapi toh, mereka (para jomblo) ga’bener2 merasa kalo “sendiri itu indah”, karena setiap kali mereka mo ke kampus ato kemana aja, mereka masih aja”ngeliat” diri mereka terlebih dahulu (entah itu penampilan ato bahkan “bau” mereka sendiri). So dengan kata lain, mereka seakan-akan merasa juga yang namanya terkekang meskipun tanpa sadar. Di tambah lagi, beberapa dari mereka jika sehari aja ga’ “liat” tu “seseorang”, pasti bingung kalang kabut (walaupun ga’da kabut sich di RF).

Berdasarkan apa yang telah dibaca, dapat disimpulkan bahwa penanggap pertama tampaknya emosional sekali sehingga dengan tidak sungkan-sungkan mengkritisi “kebijakan politik luar negeri” beberapa teman kita sebagai sebuah bentuk ketidak konsistenan (versi penanggap pertama) yang sering dilakukan dan kebetulan sering dilihat oleh penanggap pertama.

Terus yang di maksud “sendiri itu indah” itu yang gimana?

Kalau penanggap pertama bijak, tidak akan terlontar pertanyaan ini. Karena pertanyaan ini sebuah bentuk pertanyaan yang telah dijawab sendiri oleh penanggap pertama dengan istilah status jomblo. Padahal banyak orang-orang jenius, seniman, budayawan bahkan politikus dapat menemukan kreatifitasnya ketika sendirian. Entah sendirian di taman, jalan, kamar atau mungkin kamar mandi (seperti kisah Archimedes). Sendiri bukan berarti jomblo. Kalau sendiri itu identik dengan jomblo, berarti ada istilah baru yang perlu dibudayakan. Contohnya tentang pengurusan SIM yaitu SIM kolektif (bersama-sama) dengan SIM jomblo (sendiri).

Yach, tapi namanya jomblo, pasti setelah baca ni tulisan, pasti ga’terima. Yach kan? Dah deh ngaku aja, daripada ntar nyesel apalagi malu sendiri, kan ntar bukane “sendiri itu indah” tapi malah jadi “sendiri itu malu”.

Mestinya lebih bijak jika ada penanggap dari pihak jombloers 2002. Masa tidak bisa menulis? Paling tidak biar penanggap pertama tidak mempertentangkan kata-kata keindahan dengan kemaluan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: